Cintai Alam! Mahasiswa KKN Undip Edukasikan Bahaya Sampah Plastik Pada Sungai

Kab. Pekalongan (24/07/2023) – Sungai merupakan saluran air alami yang mengalir dari daerah yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah. Menurut data BPS, 46% sungai di Indonesia berada dalam keadaan tercemar berat. Pencemaran sungai dapat disebabkan oleh banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai yang dapat menimbulkan banjir.

Sepanjang tahun 2022, terdapat 69 juta ton sampah yang dihasilkan masyarakat Indonesia, di mana 18,2 persen atau 12,5 juta ton di antaranya adalah sampah plastik. Sampah plastik merupakan jenis limbah padat yang terdiri dari material plastik yang tidak lagi digunakan dan dibuang karena dianggap tidak bernilai atau tidak diperlukan lagi. Sampah plastik dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk botol minuman, kantong plastik, wadah makanan, peralatan rumah tangga, alat tulis, mainan, dan masih banyak lagi.

Kebiasaan membuang sampah plastik di sungai dapat mendatangkan berbagai macam permasalahan bagi lingkungan dan makhluk hidup. Hewan yang hidup di sungai dan laut dapat menelan potongan plastik yang mengakibatkan masalah pencernaan. Jika manusia mengonsumsi hewan tersebut, dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan hormonal, kanker, dan masalah reproduksi.

Minimnya kesadaran dan kepedulian terhadap kebiasaan membuang sampah pada tempatnya masih menjadi masalah yang terus terjadi hingga saat ini. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran mengenai bahaya sampah plastik pada sungai dilakukan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik pada sungai dilakukan di SDN 02 Lumeneng yang dihadiri siswa-siswi dari kelas 4 hingga 6. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi menggunakan PowerPoint dan poster. Dalam PowerPoint terdapat penjelasan mengenai sampah plastik, pencemaran sungai, dampak pencemaran sungai, dan cara meminimalisasi pencemaran sungai. Sedangkan pada poster, terdapat bahaya mengenai sampah plastik bagi sungai dan prinsip 3R yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi Kepada Siswa Kelas 4-6 SDN 02 Lumeneng | Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dengan sesi games berupa tanya jawab terkait bahaya sampah plastik pada sungai dan prinsip 3R. Hadiah dari sesi games tersebut adalah botol minum, di mana harapannya siswa-siswi dapat menerapkan prinsip reduce dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Pemberian Hadiah Botol Minum Untuk Mengurangi Penggunaan Botol Plastik Sekali Pakai | Sumber: Dokumentasi Pribadi

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN TIM II UNDIP mengajak siswa-siswa SDN 02 Lumeneng untuk lebih sadar dan bertanggung jawab dalam menyikapi permasalahan sampah plastik yang ada. Sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik pada sungai diharapkan dapat meminimalisasi potensi banjir, menjaga ekosistem sungai, serta mengurangi penggunaan barang berbahan plastik.

Penulis : Dito Pratama/S1 Oseanografi

DPL : Pangi, S.T, M.T.

Lokasi : Desa Lumeneng, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan