Menuju Zero Stunting, KKN Tim II UNDIP Memanfaatkan Potensi Hasil Pertanian di Desa Lumeneng Untuk Cegah Stunting.

Lumeneng, Paninggaran, Pekalongan (22/07/2023) – Stunting merupakan istilah dalam kesehatan untuk menggambarkan kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Hal ini disebabkan oleh kurangnya gizi dan nutrisi yang dikonsumsi oleh anak tersebut. Stunting dapat terjadi saat kekurangan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan yang dimulai dari bayi dalam kandungan hingga akhir umur 2 tahun.

Kondisi stunting ini dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak seperti perkembangan otaknya terganggu dan terdapat dampak jangka panjang hingga anak tersebut dewasa. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan meningkatan kualitas gizi makanan selama kehamilan, memberikan makanan yang bergizi kepada anak selama periode pertumbuhan kritisnya, dan inovasi olahan produk MPASI.

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP Rizka Amalia dengan jurusan Teknologi Pangan melakukan pengenalan olahan produk pangan untuk cegah stunting dengan sasaran ibu-ibu PKK, kader kesehatan, dan ibu-ibu di Desa Lumeneng yang memiliki balita. Olahan pangan yang dikenalkan berbahan dasar dari hasil pertanian yang ada di Desa Lumeneng. Hasil pertanian di Desa Lumeneng sangat melimpah namun masih sangat minimal dalam proses pengolahan menjadi produk pangannya. Maka dari itu, perlunya pemanfaatan untuk pengolahan hasil pertanian agar optimal.

Kegiatan ini dilakukan pada (22/07/2023) di Balai Desa Lumeneng pada pukul 09.00 WIB dengan diawali dengan pemaparan stunting dari segi ilmu kedokteran, kemudian dilanjut dengan materi pengenalan olahan produk pangan oleh mahasiswa Teknologi Pangan. Pemaparan materi diisi melalui presentasi, pembagian leaflet dan penayangan video pembuatan pudding pisang sebagai salah satu olahan produk pangan yang mudah dibuat dan memanfaatkan potensi hasil pertanian di Desa Lumeneng.

Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Salah satu ibu warga desa Lumeneng bertanya “Olahan pudding pisang yang tadi ditayangkan tahan berapa lama? baik diluar kulkas maupun di dalam kulkas?”, “Puding pisang tersebut tahan 1 hari diluar kulkas, jika di dalam kulkas tahan 3 – 7 hari.” Jawab Rizka. Kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dengan leaflet yang telah diberikan. Harapan dari dilaksanakan kegiatan ini para calon ibu dan ibu dapat mengiplementasikan olahan produk yang telah dijelaskan untuk mencegah stunting dan mengetahui potensi-potensi hasil pertanian di Desa Lumeneng.